Cara Setting Router di CISCO sebagai gateway internet


Untuk memudahkan dalam mempraktikkan Gateway Internet pada Router Cisco hendaknya kita berpatokan pada Gambar Topologi Jaringan di bawah ini.

Topologi Jaringan Setting Router Cisco sebagai Gateway Internet

Keterangan:

  1. PC Admin, berfungsi melakukan setting Router Cisco melalui port Console menggunakan Hyper Terminal
  2. PC Client, berfungsi menguji akses Internet saat Router Cisco telah selesai disetting sebagai Gateway Internet.
  3. fa0/0, IP Publik, contoh: 76.54.32.2/30
  4. fa0/1, IP Private, contoh: 192.168.0.1/24
  5. IP Address ISP, 76.54.32.1

Di bawah ini diuraikan Cara setting Router Cisco sebagai Gateway Internet Berdasarkan 2 (dua) tahap tersebut.

A. Setting/Konfigurasi Koneksi Router ke Internet

Sebelumnya pastikan masuk ke Privileged Exec Mode (Administrator / root), dengan cara:

Router>enable

A. 1. Setting/konfigurasi IP Address

Setting IP Address fa0/0

Router#configure terminal

Router(config)#interface fa0/0

Router(config-if)#ip address 76.54.32.2 255.255.255.252

Router(config-if)#no shutdown

Setting IP Address fa0/1

Router(config)#interface fa0/1

Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown

Cek apakah Interface telah memiliki IP Address dan dalam keadaan aktif, dengan perintah:

Router#show ip interface brief

Interface        IP-Address    OK? Method Status Protocol

FastEthernet0/0  76.54.32.2    YES manual   up      up

FastEthernet0/1  192.168.0.1   YES manual   up      up

A. 2. Setting Default Gateway ke ISP

Melakukan setting Default Gateway berfungsi agar Router Cisco dapat melakukan terhubung (ping) ke IP Publik yang lain yang ada di Internet.

Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 76.54.32.1

Untuk memeriksa apakah Default Gateway telah tersetting dengan benar, gunakan perintah:

Router#show ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

       D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

       N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

       E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

       i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

       * – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

       P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is 76.54.32.1 to network 0.0.0.0

     76.54.32.0/30 is subnetted, 1 subnets

C    76.54.32.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C    192.168.0.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1

S*   0.0.0.0/0 [1/0] via 76.54.32.1

A. 3. Setting DNS Resolver

Agar Router Cisco dapat melakukan koneksi (ping) ke Hostname atau nama domain yang ada di Internet, maka perlu disetting DNS Resolver dengan cara:

Router(config)#ip name-server 76.54.32.1

B. Setting/Konfigurasi NAT (Network Address Translation)

Konfigurasi NAT (Masquerade) berfungsi agar jaringan LAN dapat terhubung ke Internet melalui Router Cisco. Maka dari itu, Router Cisco harus disetting untuk melakukan NAT (Masquerade) untuk network 192.168.0.0/24. Caranya adalah sebagai berikut.

Router(config)#access-list 1 permit 192.168.0.0 0.0.0.255

Router(config)#ip nat inside source list 1 interface f0/0 overload

Router(config)#interface f0/0

Router(config-if)#ip nat outside

Router(config-if)#interface f0/1

Router(config-if)#ip nat inside

Sampai disini, beberapa PC Client yang ada pada Jaringan LAN akan dapat mengakses Internet melalui Router Cisco yang telah dikonfigurasi sebagai Gateway Internet.

Konfigurasi DHCP (Opsional)

Langkah ini opsional yang berfungsi memberikan IP Address otomatis kepada PC Client. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.

Router(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.0.2 192.168.0.10

Router(config)#ip dhcp pool LAN-POOL-1

Router(dhcp-config)#network 192.168.0.0 255.255.255.0

Router(dhcp-config)#default-router 192.168.0.1

Router(dhcp-config)#dns-server 76.54.32.1

Router(dhcp-config)#exit 

IP Address 192.168.0.2 sampai dengan 192.168.0.10 adalah IP Address yang tidak akan diberikan kepada PC Client pada LAN.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *